Kedipan Maut “Gila sih, udah dua minggu sekolah, ni kelas belum ada ketuanya” Suara keras Resa memecah keheningan kelas, mengagetkan seluruh isi ruangan berukuran 10x10 meter siang itu. “Iya juga ya, kita butuh banget nih ketua kelas” Tambah Eci dengan nada cemprengnya dari meja belakang. “Butuh buat apa Ci? Buat dijadiin kacung yang selalu ngambil proyektor?” Tawa seluruh isi kelas pecah mendengar kalimat Prama barusan. “Tapi bener juga ya, kita udah dua minggu sekolah disini tapi kita belum punya pemimpin. Gimana kalo kita adain pemilihan ketua kelas setelah jam sekolah selesai?” “Setuju” Semua warga kelas berteriak, seraya sepakat dengan ide lelaki tinggi berkulit sawo matang, yang duduk di depan meja Eci- Doni. Pastilah hampir seluruh warga kelas mengenalnya. Pengalaman menjadi ketua OSIS di sekolah menengah sebelumnya, cukup untuk membuatnya terkenal. Selain mantan ketua OSIS yang mempunyai visi tinggi, Doni ramah dengan siapapun, hal tersebut membuat ...