Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Info

Gambar
Halo,ebot sengaja apus postingan dari 2013-2015 yang isinya rata-rata cerpen. Buat cerpen yang belum ada endingnya yang judulnya "Miniatur" segera pre order aja ke Kaifa Publishing atau bisa pesen ke ebot. Ceritanya disitu udah kelar, segera diterbitin bareng beberapa cerita yang lain dari event menulis berbahagia bersama Kaifa. Buku ini antologi cerpen dari beberapa orang. Nah, cerita lengkap Miniatur juga ada disitu.

Part 1

Kedipan Maut “Gila sih, udah dua minggu sekolah, ni kelas belum ada ketuanya” Suara keras Resa memecah keheningan kelas, mengagetkan seluruh isi ruangan berukuran 10x10 meter siang itu. “Iya juga ya, kita butuh banget nih ketua kelas” Tambah Eci dengan nada cemprengnya dari meja belakang. “Butuh buat apa Ci? Buat dijadiin kacung yang selalu ngambil proyektor?” Tawa seluruh isi kelas pecah mendengar kalimat Prama barusan. “Tapi bener juga ya, kita udah dua minggu sekolah disini tapi kita belum punya pemimpin. Gimana kalo kita adain pemilihan ketua kelas setelah jam sekolah selesai?” “Setuju” Semua warga kelas berteriak, seraya sepakat dengan ide lelaki tinggi berkulit sawo matang, yang duduk di depan meja Eci- Doni. Pastilah hampir seluruh warga kelas mengenalnya. Pengalaman menjadi ketua OSIS di sekolah menengah sebelumnya, cukup untuk membuatnya terkenal. Selain mantan ketua OSIS yang mempunyai visi tinggi, Doni ramah dengan siapapun, hal tersebut membuat ...

GADIS IBU (Chapter 2)

Pencarian Telah Berakhir Rasanya aku masih tak percaya dengan cerita Alak kemarin. Begitu menyesakkan bagiku. Tak terbayangkan bila aku harus bertemu dengan Ibu. Jangankan untuk memeluknya, memberi wajah dan senyum untuknya pun   aku tak sudi. Yang pernah kutahu, katanya kasih ibu itu sepanjang masa. Tapi apa yang kudapat? Ia hanya bisa berbuat dosa dan hendak membuangku. Entah apa maksudnya. Jangan pernah salahkan aku kalau aku sangat membencinya sekarang. Tanyakan saja padanya mengapa aku membencinya? Kalaupun ia khilaf tak sengaja ingin membuangku pun mengapa ia tak pernah mencari anaknya yang cacat ini? Sudah lima belas tahun lamanya ia tak melihat wajahku. Sekarang yang ada dalam hati kecil ini hanya Alak dan cita cita besarku. Tak ada lagi kata “Ibu” di kamus hatiku. Ibu sudah tidak ada lagi definisinya untukku. Anggap saja aku terlahir tanpa dia. Dan aku tak pernah ingin mengenalnya! Sudah diremove secara otomatis memori untuk mengingatnya di otak ini. Menget...