GADIS IBU (Chapter 1)
Seluas Jagat Raya “Siapa sebenarnya aku Alak?” “Mengapa aku bisa bersama Alak?” “Dimana orangtuaku?” Alak yang duduk di sudut geribik tua hanya tersenyum mendengar seberondong pertanyaan yang kulontarkan. Emosiku memuncak, bibirku bergetar, kulempar keresek berisi bekas kaleng cat ditanganku sampai mengenai dandang priuk tak bersalah yang tergantung di paku bengkok sampai jatuh ke alas tanahnya. Serbuan air yang jatuh dari langit semakin deras, kencangnya angin malam menyelinap lewat sela sela geribik yang bolong dan langsung menyelimuti seisi ruangan beratapkan daun jerami ini, yang tak segan mengajak bulukudukku untuk terangkat. Nafasku sedikit tersendat, badanku mulai menggigil kurasakan antibodi yang mulai melemah dan lambung yang berteriak minta makan pada tuannya. Keadaan malam yang semakin beku tak berhasil merayuku untuk menyudahi rasa penasaran ini. Aku tak akan pernah berhenti bertanya sebelum rasa penasaran ini pecah terburai dan aku puas. Kali i...